Review - Flesh Out
Judul: Flesh Out
Penulis: Bellazmr
Penerbit: Grasindo
Blurb:
Ada beberapa takdir yang sekalipun berusaha ditolak, tapi nyatanya tak pernah bisa dihindari. Bagi Reina Pamela takdir orang tuanya yang bersahabat baik dengan orang tua Frans Guntoro adalah takdir yang paling ingin ia tolak.
Frans dan Reina saling kenal sejak kecil. Keduanya selalu bersama dan terikat. Namun sayangnya, Frans dan Reina tidak mewarisi hubungan kedua orang tua mereka yang akrab. Frans dan Reina adalah dua orang yang tidak bisa disatukan, selalu bertengkar dan tak pernah akur.
Bagi Frans, Reina adalah perempuan yang tak mudah ia tebak. Bagi Reina, Frans adalah laki-laki yang harus ia hindari. Namun, Bagaimana jika suatu hari Frans mampu menebak Reina dan Reina tak mampu untuk menghindari Frans?
Seperti kebanyakan fiksi remaja lainnya, Flesh Out bercerita tentang hubungan dua tokoh utama, Frans-Reina, yang mengalami pasang surut. Mereka sudah kenal sejak kecil karena orang tua mereka bersahabat. Dan, suatu hari, mereka berdua membuat pertaruhan siapa yang lebih duluan jatuh cinta dalam hubungan pacaran selama satu minggu.
Flesh Out adalah salah satu cerita jebolan wattpad. Dan kebetulan, saya pernah baca versi wattpad-nya. Udah lama sih baca versi wattpad-nya. Dan, kalau boleh jujur, untuk beberapa (atau banyak) hal, saya lebih suka versi wattpadnya. Versi novelnya menurut saya agak teramat mengecewakan. Terutama karena .... saya paparin aja deh, satu-satu.
Flesh Out versi novel itu kayak fragmen film yang kepotong-potong, atau novel yang lembar halamannya ada yang hilang. Kenapa saya bilang gini? Mungkin, karena keterbatasan halaman, beberapa scene di versi wattpad-nya dibuang. Tapi saya jadi menyayangkan banyak hal. Kayak, alurnya, untuk orang yang sebelumnya nggak baca versi wattpadnya, pasti akan bingung, dan ngerasa, "kok, tiba-tiba kayak gini?". Oke, saya sok tahu.
Tapi, memang, di versi novel hubungan Frans-Reina kayak, loncat-loncat, tiba-tiba adegan ini, tiba-tiba berubah suka. Gitu, lah. Jadi, perkembangan hubungan tokoh utamanya itu kayak kurang terbangun. Jawaban dari apa, kenapa, dan hal apa yang membuat mereka akhirnya saling suka itu jadi semacam 'karena udah dirancang oleh penulisnya begitu'. Padahal, menurut saya, perkembangan hubungan Frans-Reina bisa dimaksimalkan kalau penulis mau membuang adegan nggak (atau kurang) penting lainnya. Kayak, percakapannya Frans dengan kedua orang tuanya. Atau, scene Jeje-Gatra (dua tokoh pendukung, dengan Jeje sebagai kakak kelas Reina yang akhirnya memusuhinya dan Gatra sebagai orang yang pernah Reina suka dan masih menyukai Reina), yang saya tahu dari baca versi wattpad-nya kalau itu semacam chapter tambahan khusus buat mereka (Jeje-Gatra).
Menurut saya, kalaupun bagian Jeje-Gatra dibuang, nggak akan berpengaruh juga ke perkembangan alurnya. Malah, bagian mereka hanya menambah-nambahi halaman.
2. Perubahan baik rangkaian kalimat, scene, sampai dialog tokohnya antara versi wattpad dan novel itu sedikiiiit banget bedanya. Alhasil, kalau ada bagian yang saya inget pernah baca di wattpad tapi ada di novel, saya langsung lewatin. Jadinya, saya baca Flesh Out cuma rampung satu jam-an. Parahnya, perubahan yang kentara antara versi wattpad dan novel cuma ditambahin awalnya, dan beda di halaman 280 sekian, bikin endingnya beda. Itu aja, selebihnya, saya rasa hampiiiiiir sama.
Imbasnya adalah, karena saya bacanya sekilas, alias lewat-lewat, saya nggak ngerasain apa-apa pas baca. Nggak ketawa gila, nggak senyam-senyum, kayak, datar aja. Perubahan yang terbilang dikit banget (atau malah bisa kita sebut nggak ada) ini justru malah bisa bikin pembaca yang udah ngeluarin duitnya—yang saya yakin itu duit minta ortu atau nabung uang jajan, karena yeah, ini teenlit dan sebagian besar pembacanya di wp juga anak SMP-SMA—merasa kecewa. Karena yah, siapa, sih yang mau baca novel dengan rangkaian kata juga dialog yang 85% persis sama dengan yang sudah dibaca sebelumnya (versi lengkap lagi! Karena di wp lebih kerasa perkembangan hubungan Frans-Reina)? Kecuali, kalau orang itu berpikiran berkebalikan sama saya dan nggak berkeberatan ngulang baca cuma dengan ending beda.
Untuk perbandingan:
"Halo Kak Je." Reina lantas menoleh ke arah laki-laki yang berada di samping Kak Je atau lebih panjangnya Jesinta. Namun satu sekolah lebih mengenalnya sebagai Jeje, Ketua cheers tahun kemarin.
"Halo Kak Gatra," sapa Reina agak canggung kepada pacar sekaligus tunangan dari senior cheerleadersnya itu. —FO, hal 9
Flesh Out versi wattpad:
3. Inkonsistensi, plot hole
Inkonsistensi yang pertama, ehm, ini sebenernya sih penting-nggak-penting saya bahas.
Frans bertanya sama Reina apa cinta dan suka itu menurut dia beda atau sama? Reina bilang, beda. Dan Frans balas, dia menyatakan dia udah suka sama Reina dan mungkin ke tahap cinta.
Tapi, di adegan lain, Frans kasih lollypop—ps: saya nggak ngerti kenapa nggak ditulis 'lolipop' aja, dibanding diinggrisin—dan surat ke Reina yang mempertanyakan apa yang terjadi sama Frans, kenapa dia deg-degan, salting tiap berada dekat Reina. Apa dia sudah suka sama Reina? Nah, loh.
Terus, ada adegan di mana Frans jenguk Reina yang sakit, tapi di sebelum-sebelumnya nggak disinggung Reina sakit. Saya sih paham karena di versi wattpad ada kejelasannya—yah, lagi-lagi, ini masalah keterbatasan halaman dan adegan yang terkesan loncat-loncat seperti yang sudah saya singgung.
4. Karakter nggak konsisten
Uh, oke, saya nggak bermaksud kasar, tapi ... err, ah, saya susah jelasin.
Karakter-karakter yang menurut saya nggak konsisten—sebenernya, 'nggak konsisten' kurang ngena sih ke maksud saya, mungkin lebih ke 'labil, gampang berubah' gitu, lah.
Pertama, JEJE. Jeje itu seniornya Reina, dulunya ketua Cheers dan posisinya setelah pensiun digantikan Reina. Dia ini diceritakan baik dan sayang Reina, nganggep Reina adik, lah. Eh, tau-tau pas dia ngerti kalau Reina dan Gatra (pacarnya Jeje) pernah saling suka (dan Gatra masih suka Reina), tebak apa?
Adegan nan sinetronis. Reina dijebak di pesta dan Jeje dorong dia ke kolam. /woah/ Intinya, dari yang kakak kelas baik-baik, Jeje tiba-tiba berubah jadi antagonis! Dan pada akhirnya, Reina diselamatin Frans, dikasih napas buatan. /woah lagi/
Terus tau-tau (lagi) pas Reina mau pertukaran pelajar ke Dubai, yang mana, artinya dia nggak sekolah lagi di situ. Reina minta maaf, dan Jeje meluk dia. What?! Segampang itu? Logisnya sih, dia masih kesel, cemburu, nggak maafin karena yah, dia sampe musuhin Reina, nendang Reina dari Cheers, buat dia jadi gunjingan. Dan hanya karena satu permintaan maaf, dia maafin. What?! Di akhir, tiba-tiba Jeje jadi protagonis lagi. Saya cuma bisa bilang:
Oh ya, imbas dari keterbatasan halaman (mungkin) adegan Jeje bisa tau Gatra-Reina pernah saling suka itu diilangin di versi novel. Jadi, kalo ada yang nggak baca versi wattpadnya, pasti bakal hah-heh-hoh. Kok tiba-tiba gini.
Karakter lain—yang nggak konsisten—menurut saya adalah Gatra. Gatra ini tuh kan posesif gitu, nggak ngerelain banget lah Reina dimilikin siapa-siapa sampai bikin bonyok Frans lewat orang-orang suruhannya. Lagi-lagi ya, adegan pentingnya dipotong. Hm. Nah, tapi menjelang akhir dia bisa ngerelain Reina, baik-baik gitu, udah gitu dia takut sama Jeje. What?! Buktinya, dia nggak nolongin Reina pas kecebur padahal ada di sana. What?!
4. Ending aneh, Plot twist tidak berhasil tapi mengecewakan
Nah. Hal terakhir dan yang paling penting yang mau saya protes adalah soal ending-nya. Sumpah, saya kepingin lempar deh buku-buku. Pengin berhenti bacanya. Geregetan (dalam wujud negatif, sayangnya).
Oke, gini-gini, saya bingung mau cerita dari mana. Jadi, saya juga akan spoiler gimana ending-nya di penjelasan di bawah (karena, yah, saya harus). Yang nggak berkeberatan dikasih spoiler, silakan baca. Yang keberatan, silakan minggat! Omong-omong, penjelasan di bawah, bakal jadi panjang.
Awal-awal saya baca cerita wattpad, waktu itu saya belum jenuh dengan cerita wp, Flesh Out adalah salah satu fiksi remaja yang saya suka. Bahkan saya berniat pengin beli novelnya karena penasaran gimana ending di bukunya—yang, kata penulisnya waktu itu, bakal beda—dan, sukur deh, saya nggak beneran beli bukunya. Pun saya bakal susah belinya. Oke mungkin ini agak kasar, yah, tapi ... saya punya alasan untuk bilang plot twist dan ending FO mengecewakan.
Di wattpad, saya ngikutin juga cerita Bellazmr lainnya, yang saya ikutin sampai tamat salah satunya Hung Out (selanjutnya saya singkat HO). Dan tebak apa? Plot twist Flesh Out dan Hung Out itu sama! Iya, sama! Jadi, ketika FO versi buku pake plot twist yang SUDAH PERNAH saya baca di Hung Out, saya nggak kaget lagi, saya nggak, 'wah' lagi. Malah, saya kecewa lagi. Iya, karena sebelumnya saya sudah kecewa duluan sama plot twist HO.
Gini, plot twistnya adalah ....
Ternyata rangkaian cerita yang kita baca di awal itu cuma NOVEL YANG DIBUAT SALAH SATU TOKOH. Belum ngeh, belum paham? Biar saya jelasin detail.
Parahnya, baik HO maupun FO sama-sama menganut sekte plot twist ini. Frans diceritakan MATI karena kecelakaan, begitu juga Ateng (pemeran utama cowok di HO), dan ternyata, mereka matinya cuma di CERITA yang dibuat salah satu tokoh.
Bedanya, di FO ceritanya sepupunya Frans ini yang bikin novel dengan karakter Frans, Reina, yang mana ada di dunia nyata mereka. Kalo di HO, justru salah satu pemeran utama cewek yang ceritanya bikin novel dengan karakter dirinya sendiri, Ateng, dll.
Gimana saya nggak kesel coba? Ini tuh, kayak dibohongin. Kalo emang sejak awal itu CERITA yang dibuat salah satu tokoh, terus selama baca rangkaian cerita dari awal itu apa?! Makanya saya berani bilang PLOT TWIST FO DAN HO ITU BERHASIL, TAPI MENGECEWAKAN. Sebenernya nggak, Plot twist FO nggak berhasil di saya, karena saya udah pernah baca di HO.
Saya kayak, "Halo, emang nggak ada alternatif ending lain gitu?! Nggak ada plot twist lain yang lebih mendingan gitu?!" Ugh, oke, saya super kesel. Intinya, FO benar-benar mengecewakan (bagi saya).
Terakhir, saya kasih 1.5 bintang dari 5 (yang terendah, sejauh ini).





