Pages

facebook linkedin twitter youtube

A Dreamer

If you can't explain it simply, you don't understand it well enough - Albert Einstein

    • Home
    • Review
    • Opini
    • Prakerin
    • Karya

    Resolusi. Hal yang mengemuka di tiap tahun baru. Ingin lebih rajin berolahraga, menurunkan berat badan, hidup sehat, belajar skill baru, dan ... segudang hal-hal yang ingin dicapai lainnya. Saya, seperti biasa, juga membuat daftar resolusi—yang entah bakal tercapai atau tidak.

    Salah satunya belajar skill baru,  hidup lebih sehat, dan ... ya, hal-hal umum dijadikan resolusi. Di samping itu, saya juga punya resolusi untuk hal-hal yang jauh lebih personal. Bikin blog ini lebih terurus ada dalam daftar. Membayangkan resolusi saya tercapai, itu menyenangkan, it excites me, tapi menjalani prosesnya ....

    Itu lain soal. Tanggal satu januari saya cuma leha-leha nonton film yang diputar di TV. Hari berikutnya, sekarang, ketika saya menulis ini, saya habis mengumpulkan segenap motivasi menulis selama kira-kira ... tiga jam, yang diisi dengan rebahan dan scrolling timeline yang isinya itu-itu saja. Menulis ini karena bosan.

    Perubahan itu susah. Niat saja tidak cukup. Saya niat, tapi saya kekurangan motivasi. Ironisnya, kadangkala, kita (termasuk saya) menonton video untuk memperoleh motivasi, padahal dengan melakukan itu, yang kita lakukan sebenarnya adalah prokrastinasi—menunda-nunda sesuatu yang seharusnya dilakukan (seperti menulis untuk blog ini, misalnya).

    Ditambah dengan dunia digital yang membuat kita menghamba keserbacepatan. Informasi tumpah ruah. Menyaksikan mimpi-mimpi orang lain mewujud dengan indah menjadi tak terelakkan. Dia-entah-siapa, katakanlah, menang lomba esai tingkat nasional, kamu jadi ingin. Atau dia-temanmu, menerbitkan bukunya di umur sekian, dia punya pekerjaan dengan gaji dua digit setelah lulus, dia mencapai ini, dan dia mencapai itu.

    Jadi, kita bermimpi hal yang sama, membayangkan kita sesukses dia, tapi prosesnya....

    Ah, itu lain soal. Mendamba hasilnya, tetapi membenci prosesnya. Saya, juga begitu. Padahal kita sama-sama tahu yang dibagikan dalam sosial media semata adalah hasilnya, prosesnya tidak diperlihatkan. Bila dia, si entah siapa, menang lomba esai atau lomba-lomba lainnya, yang dibagikan, tentu saja, hanya momen kemenangan itu. Tidak tahu mungkin sebelumnya, dia pernah ikut lomba serupa dan gagal dua, tiga, lima, banyak kali.

    Ada hal lain juga yang menyentil saya mengenai berproses. Beberapa hari lalu, saya habis lihat postingan instagram—yang jarang-jarang saya buka—salah satu penulis wattpad yang ceritanya saya suka. Pada intinya, ia menyampaikan bahwa dia sedang belajar menulis fantasi (genre yang, bedanya jauh banget dengan tulisannya saat ini). Yang menjadi perhatian saya adalah, dia bilang bahwa dia akan mempublikasikan cerita fantasi itu di media daring beberapa tahun lagi, saat skillnya sudah cukup. ((beberapa tahun lagi)). Waktu yang tidak sebentar.

    Ketika saya membaca itu, respon pertama saya, yang hanya saya katakan dalam hati adalah: "Lama banget!" Kenapa tidak, pertengahan tahun ini? Tahun depan?

    Lalu, saya jadi menyambungkannya dengan diri saya. Awal tahun lalu, saya bikin resolusi cerita fantasi pertama saya harus tamat, kenyataannya, sampai saat ini cerita itu masih jadi draft yang bahkan belum mencapai klimaks cerita. Tahun sebelum-sebelumnya, saya bikin resolusi, saya harus lebih aktif di wattpad sebagai penulis, nyatanya sampai hari ini, saya cuma jadi pembaca yang kadangkala malah lupa kasih vote. Pertengahan tahun lalu, saya meniatkan diri untuk rajin mengisi blog ini, lebih aktif mengikuti lomba-lomba menulis skala kecil dan menengah, nyatanya, tahun ini, saya kembali membuat resolusi yang persis sama. Karena tidak ada yang terjadi pada tahun lalu.

    Tahun-tahun berlalu begitu saja dan resolusi saya, ya, begitu-begitu saja. Tidak tercapai. Diulang untuk resolusi tahun berikutnya. Tidak tercapai lagi. Siklusnya sama. Padahal, goal saya adalah tercapai salam waktu dekat, tapi sekian tahun pun, tidak ada kemajuan.

    Kembali pada kasus penulis wattpad yang ceritanya saya sukai itu, saya membandingkan diri saya dengan dia, dia yang terus berproses, tetapi mematok waktu yang cukup lama untuk tercapai. Sedang saya, berproses malas-malasan, mematok waktu yang singkat, dan berharap cepat-cepat mewujud.

    Jelas, mungkin itu resepnya berhasil. Dia tahu dan sadar prosesnya tidaklah sebentar, bahwa memang dibutuhkan waktu, dan ia menyukai proses tersebut. Mungkin, ini juga resep yang terlupa dalam resolusi saya. Alasan kenapa resolusi saya selalu gagal.

    Tahun ini, saya menambahkan resep tersebut. Belajar menyukai proses, telah saya tambahkan ke dalam resolusi saya.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me

    Photo Profile
    Tri!

    Pelajar tingkat akhir SMK. Hobi membaca dan (kadangkala) menulis baik fiksi maupun nonfiksi. Blog ini adalah tempat saya menjaga kewarasan dengan mempublikasikan pemikiran-pemikiran yang sulit didiskusikan dengan orang-orang di sekitar saya.

    Contact Me

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Labels

    Review cerpen opini prakerin

    Blog Archive

    • ►  2017 (1)
      • ►  Desember (1)
    • ►  2018 (19)
      • ►  Januari (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  April (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2019 (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  November (1)
    • ▼  2020 (4)
      • ▼  Januari (1)
        • Belajar Mencintai Proses
      • ►  Maret (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Mei (1)
    • ►  2021 (17)
      • ►  Januari (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Maret (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Desember (1)
    • ►  2022 (26)
      • ►  Januari (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Maret (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  Juli (2)
      • ►  November (8)
      • ►  Desember (9)
    • ►  2023 (7)
      • ►  Januari (2)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  Oktober (3)
    • ►  2024 (4)
      • ►  Januari (1)
      • ►  Mei (2)
      • ►  Agustus (1)
    facebook Twitter instagram bloglovin google plus

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top