Pages

facebook linkedin twitter youtube

A Dreamer

If you can't explain it simply, you don't understand it well enough - Albert Einstein

    • Home
    • Review
    • Opini
    • Prakerin
    • Karya

     

    Poster Our Beloved Summer

    Judul : Our Beloved Summer
    Genre : Romance, Slice of Life
    Jumlah Episode : 16
    Network : SBS, Netflix
    Pemeran :

    Pemeran Our beloved summer
    Dari kiri ke kanan: Choi Wooshik sebagai Choi Ung, Kim Dami sebagai Kook Yeonsu, Roh Jeung Ui sebagai NJ, Kim SungChul sebagai Kim Ji-Ung


    Drama ini sebenarnya enggak ada di watch list saya yang super panjang itu, tapi karena lagi kepingin nonton yang ringan-ringan, akhirnya saya pilih nonton drama ini.


    Ceritanya soal Choi Ung dan Kook Yeonsu yang selama satu bulan terjebak untuk syuting film dokumenter soal kehidupan siswa peringkat pertama dan terakhir. Mereka ini beda banget dari segi kepribadian. Choi Ung adalah siswa peringkat akhir, dia pokoknya laid back banget, hidupnya mengalir aja, nyantai, dan kayak nggak punya ambisi apapun dalam hidup. Sedangkan Kook Yeonsu adalah segala kebalikannya; siswi peringkat pertama, rajin, nggak suka menunda, ambisius, dan goals-oriented. Karena perbedaan ini, mereka sering banget bertengkar.


    Tapi lama kelamaan, mereka menyukai satu sama lain. Bahkan berpacaran selama bertahun-tahun, sampai akhirnya mereka putus dengan tidak baik-baik dan bertemu lagi lima tahun kemudian dalam sebuah projek besar. Choi Ung sekarang adalah artist gambar yang lagi naik daun, dan Kook Yeonsu semacam pemimpin di sebuah perusahaan marketing gitu. Mereka juga terjebak kembali dalam pembuatan film dokumenter karena dokumenter mereka di masa sekolah kembali trending di jagat maya. Dari pertemuan itu, mereka mulai mengurai perasaan mereka yang belum usai.


    --

    Sebenarnya, Our Beloved Summer itu punya plot yang simple. Trope-nya juga klasik. Enemy to Lovers, juga Love Triangle, CLBK. Umum banget, kan? Menurut saya sih nilai jual terbesarnya sampai dramanya menarik rating tinggi tuh plot sederhana itu yang disampaikan dengan baik dan karakternya yang well-written.

     

    Tiga karakter utamanya punya konflik internal mereka masing-masing yang membuat penonton jadi paham kenapa karakter mereka jadi begitu. Kita jadi mengerti kenapa Yeonsu tuh galak, kelihatan unapproachable, ambisius banget; atau kenapa Ung kayak nggak punya tujuan hidup, kelihatan pemalas, dan males gerak. Karakter mereka jadi kelihatan dekat dan manusiawi sekali. Punya kekurangan dan kelebihan yang jelas.


    Konflik internal juga adalah alasan kenapa keduanya putus atau gimana susahnya keduanya bersama. Karena sebenarnya, meskipun ada trope cinta segitiga, di drama ini cinta segitiganya bukan tipikal drama romance lainnya. Nggak ada sesi tim-timan, hubungan kedua main lead tidak terhambat oleh adanya second lead. Bahkan second lead drama ini berakhir nggak mengungkapkan perasaannya sampai episode terakhir! Dan second lead ceweknya juga bukan tipe pengganggu. Jadi, alasan terhambatnya hubungan kedua pemeran utamanya ini ya konflik internal mereka sendiri.


    Saya juga menikmati character development masing-masing tokoh. Mereka punya porsi pengembangan yang pas. Dalam drama ini kita seolah diajak untuk ikut menyaksikan bagaimana para karakter bertumbuh. 


    Dan kayaknya ini drama pertama yang bisa bikin saya nangis alay karena romance-nya mereka. Biasanya saya hanya nangis pada scene yang membahas soal keluarga dan pertemanan, tapi dalam drama ini bisa juga bikin saya nangis karena kisah cintanya. Saya lumayan enggak nyangka sih ternyata drama ini mengandung banyak bawang, sementara awalnya saya kira ini lebih ke rom-com. Saya tuh terutama nangis sewaktu bagian back story-nya Kim Jiung dan ibunya yang emotionally and physically unavailable. Dia beneran kayak nggak diurusin gitu sama mamanya—Tuh, kan, saya emang paling sentimental dengan part yang family related begini.


    Kalau ada hal yang kurang saya nikmati dari drama ini, itu adalah ... durasinya? Pace-nya lambat di awal, bikin berasa lama gitu. Dan barangkali kalau saya nggak nonton drama ini saat punya banyak waktu luang, bisa saja saya berhenti di tengah jalan karena pace-nya lambat dengan durasi yang lama. But maybe it happened for a reason though, kayaknya sih buat bikin kita dapat bersimpati dengan perjalanan para karakternya.


    Ada juga beberapa scene yang kayaknya tuh kalau nggak dimasukin juga enggak ngaruh. Bisa dipangkas biar bikin drama ini lebih pendek aja. Karena, 16 episode berasa cukup kepanjangan bagi saya (padahal, kan, ini umum, ya). Seperti soal scene-nya Mr. Jang, rekannya Yeonsu yang hierarki jabatannya lebih tinggi dari Yeonsu, yang di awal bikin kita suudzon kalau dia mungkin saja second lead drama ini. Scene di mana Yeonsu mabuk di depan dia menurut saya itu kurang penting sih. Karena toh di episode-episode selanjutnya doi nggak berpengaruh banyak ke plot.


    But overall, saya sangat menikmati drama ini. Drama ini cocok buat pelepas stres—pstt! and for you who want to have a good cry. Dan untuk yang mau nonton kisah cinta bucin dan penat sama romance dengan trope cinta segitiga klasik.


    8.5 dari 10 untuk drama ini!

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me

    Photo Profile
    Tri!

    Pelajar tingkat akhir SMK. Hobi membaca dan (kadangkala) menulis baik fiksi maupun nonfiksi. Blog ini adalah tempat saya menjaga kewarasan dengan mempublikasikan pemikiran-pemikiran yang sulit didiskusikan dengan orang-orang di sekitar saya.

    Contact Me

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Labels

    Review cerpen opini prakerin

    Blog Archive

    • ►  2017 (1)
      • ►  Desember (1)
    • ►  2018 (19)
      • ►  Januari (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  April (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2019 (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  November (1)
    • ►  2020 (4)
      • ►  Januari (1)
      • ►  Maret (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Mei (1)
    • ►  2021 (17)
      • ►  Januari (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Maret (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Desember (1)
    • ▼  2022 (26)
      • ►  Januari (1)
      • ►  Februari (1)
      • ▼  Maret (1)
        • [Review Drakor] Our Beloved Summer (2022)
      • ►  April (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  Juli (2)
      • ►  November (8)
      • ►  Desember (9)
    • ►  2023 (7)
      • ►  Januari (2)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  Oktober (3)
    • ►  2024 (4)
      • ►  Januari (1)
      • ►  Mei (2)
      • ►  Agustus (1)
    facebook Twitter instagram bloglovin google plus

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top