[Review Drakor] A Business Proposal (2022)
April 12, 2022
Judul : A Business Proposal
Genre : Romance, Drama
Jumlah Episode : 12
Network : SBS, Netflix
Pemeran :
![]() |
| Dari kiri ke kanan: Ahn Hyo-Seop sebagai Kang Tae-Moo, Kim Se-Jeong sebagai Shin Hari, Seol In-Ah sebagai Jin Young-Seo, Kim Min-Kyu sebagai Cha Sung-Hoon |
--
Antara A Business Proposal dan 2521, saya tonton yang ini dulu. Ceritanya soal Shin Hari, yang menggantikan sahabatnya, Jin Young Seo dalam sebuah kencan buta. Sialnya, pria yang harus dikencaninya adalah Kang Tae-Moo, presdir di tempatnya bekerja. Klise, tapi berasal dari kencan buta itu Kang tae-Moo mulai menaruh hati pada Shin Hari. Ia meminta Shin Hari jadi pacar bohongannya. Lalu hubungan yang awalnya hanya kontrak itu membuat keduanya sama-sama saling menyukai.
Dalam A Business Proposal, kita punya dua pasangan. Shin Hari dan Kang Tae-Moo. Jin Young-Seo (sahabatnya Hari) dan Cha Sung-Hoon (sekretaris/sahabat/saudara angkat Kang Tae-Moo). Dua perkapalan kita ini hampir sama terkenalnya. Malah, saya banyak ketemu yang lebih excited ke kapal second lead.
Sejujurnya, A Business Proposal punya semua klise yang pernah kita tonton di drama, terutama drama-drama di bawah tahun 2017. Seperti memendam cinta pada sahabat cowok selama bertahun-tahun, romansa perkantoran antara bos dan bawahan/si kaya-si miskin. Hubungan kontrak berubah jadi saling menyukai, tidak direstui oleh orang tua si kaya, lalu bumbu masa lalu gelap si main male lead lah biarpun dia kelihatan sempurna dan kaya tujuh turunan, etc. But despite all of this cliche, this drama is surprisingly good. Mungkin karena saya nggak berekspektasi tinggi ke drama ini. Nonton karena dramanya kelihatan ringan and i have zero expectation tuh ternyata membantu sekali saya menikmati drama ini secara keseluruhan.
Karena semua hal dalam drama ini klise, hal yang dapat mengangkat drama ini agar booming—selain teori para netizen yang menyebutkan kalau banyak yang butuh refreshing dari drama-drama keluaran sekarang yang berat/bikin mikir/romance-nya tidak uwu dan minim komedi. Maka A Business Proposal kayak oasis di tengah-tengah gurun—utamanya adalah eksekusinya. Yes, A Business Proposal is well executed. Semuanya punya kadar yang pas. Drama ini memang lebih fokus ke romansa dua pasangan kita. Konflik-konflik lain seperti ketidaksetujuan keluarga si kaya dan mantan sahabat yang ditaksir tidak jadi fokus utama. And it makes this drama so wholesome, so enjoyable to watch.
Kang Tae-Moo diceritakan punya trauma berkendara di hari hujan karena kedua orang tuanya meninggal saat hari hujan, template banget, kan? Pria ganteng, mapan, kaya, kelihatan sempurna tapi punya trauma tertentu di masa lalu. Tapi untungnya, hal ini tidak dibahas dengan bertele-tele. Kalau kalian nonton What's Wrong With Secretary Kim dan membandingkannya dengan A Business Proposal, kalian setidaknya bakal merasa eksekusi masa lalu kelam CEO di What's Wrong With Secretary Kim cukup berlebihan—dieksekusi dengan banyak bumbu kemisteriusan, tapi jadinya too much. Bagi saya A Business Proposal mengeksekusi trope itu dengan lebih baik.
Dan saya suka bagaimana A Business Proposal membuat karakter template dari trope si kaya si miskin dengan hubungan yang sehat! Both of the pairs have a healthy relationship. Awalnya saya cukup skeptis di episode ke sekian di mana Tae-Moo meninggalkan Hari di tengah jalan saat hujan, meski akhirnya dia sendiri merasa bersalah sih, saya pikir ini bakal jadi another romance story di mana ceritanya meromantisasi karakter toxic male lead-nya (Ex : Cemburuan, posesif, mengabaikan si cewek karena suatu hal, melontarkan kata yang bikin si cewek down but portray it as something humorous atau nggak karena si cowonya tuh terlalu gengsi buat mengakui/memuji si cewek). Nah, untungnya ABP tidak jatuh pada jebakan ini.
Kedua male lead-nya (Tae-Moo dan Sunghoon) sangat menghargai female lead. They listen to their lovers, they validate their girls' emotions. Ini jugalah poin kuat ABP. Ya ampun, kalian harus lihat gimana Kang Tae-Moo memperlakukan Shin Hari dan sebaliknya, itu gambaran hubungan yang saling menghargai dan mendukung satu sama lain.
Saya harap banyak drama dapat mencontoh poin satu ini. Bahwa bisa saja kok bikin drama komedi romantis klise yang sehat, yang male lead-nya nggak dilekati karakter toxic seperti cemburuan dan posesif, suka marah tanpa menjelaskan banyak hal, atau suka merendahkan si cewek dalam perkataannya.
And that two reasons are enough to make me love this drama! Selain karena romance-nya manis dan wholesome. Chemistry kedua pasangannya juga seolah meluap keluar dari layar. Drama ini juga ringan sekali, tanpa ada teori-teori berat, tanpa banyak halangan untuk kedua pasangan bersatu. Cocok untuk melepas penat sehabis kerja.
Hanya saja di dua episode terakhir saya merasa dramanya kayak diburu-buru tamat atau sekian banyak adegan di-cut untuk dipepatkan dalam 12 episode itu. Jujur, sangat disayangkan. Kita bahkan nggak dikasih lihat dengan proper bagaimana keluarga Hari memperlakukan Tae-Moo selanjutnya, atau gimana akhirnya si kakek merestui hubungan Tae-Moo dan Hari.
But overall, it’s a good drama. I'll give 8 out of 10


0 komentar