Review Novel After You've Gone

Mei 21, 2019



Judul: After You've Gone
Penulis: Ardelia Karisa
Penerbit: Bentang Belia
Blurb: 

Betapa hancur Samara ketika tahu bahwa Lilly, sahabat satu-satunya, termasuk salah satu korban pesawat hilang. Kini ia menghadapi hari-harinya sendirian, nggak ada lagi Lilly yang selalu cerewet dan ikut campur. Meski tak ada lagi yang merecokinya, entah kenapa masalah-masalah justru muncul sejak kepergian Lilly.
Sam jadi mengenal Kai, cowok misterius putra pemilik yayasan sekolah. Semesta juga mendekatkan Sam dengan Arav, cinta pertama yang selama ini hanya berani dilihatnya dari jauh. Sam nggak nyangka hanya dengan dua cowok itu dalam hidupnya, sisa masa SMA-nya terasa sepelik ini.
Dadanya terus berdebar tiap bertemu cowok itu. Perasaan tak nyaman, tapi juga menyenangkan itu belum pernah dirasakan Sam. Cewek itu jadi bingung bersikap. Sam butuh Lilly! Ia terus berharap ada keajaiban yang bisa mengembalikan Lilly kepadanya.


|•|

Bercerita soal Samara, cewek yang cenderung menarik diri dari pergaulan sosial, cuma punya satu teman merangkap sahabat, yaitu Lily. Namun, satu-satunya teman yang ia miliki hilang dalam penerbangan pesawat. Setelah Lily hilang, Samara begitu berduka, tapi berkebalikan dengan itu, kehidupan Samara justru semarak dengan kehadiran Arav, cowok yang ditaksirnya sejak SMP dan Kai, cowok klan Astabhrata yang begitu terkenal di sekolahnya.

Ini cerita jebolan wattpad, dan termasuk salah satu cerita project Belia Writing Marathon. Cerita ini pernah jadi salah satu cerita favorit saya waktu awal-awal tahu wattpad. Di wattpadnya sendiri, cerita ini dibiarkan menggantung.

Sebenarnya, sebelum baca cerita ini, saya agak merasa ... takut kecewa—uhm, enggak persis begitu juga, sih—


—mengingat pengalaman saya sama cerita wattpad yang di wattpad-nya saya suka banget, waktu baca novelnya enggak mampu memenuhi ekspektasi saya, malah beberapa mengecewakan. Jadi, ketika saya baca cerita ini, saya nggak mau berekspektasi apa-apa, cuma pengin tahu endingnya aja. Dan entah kayaknya itu berhasil, atau memang ceritanya enggak bisa dibilang mengecewakan, intinya saya enggak kecewa.

Saya suka gaya bahasanya penulis dan gimana penulis membawa cerita ini. Poin bagus lainnya adalah, saya bisa bilang cerita ini bebas adegan-adegan basi teenfict, atau adegan lebay juga sinetronis lainnya. Dua jempol! Hehe.


Saya juga suka interaksi tokoh-tokohnya. Samara-Kai-Arav. Tokohnya sedikit, tapi lumayan berkesan.

Sebenarnya saya bacanya agak lompat-lompat, yang saya masih ingat ada di wattpad, saya lompatin. Sejujurnya kayaknya saya ngelakuin ini ke semua novel jebolan wattpad yang pernah saya baca di wattpad-nya. Tapi meski begitu, saya masih bisa agak emosional waktu Samara bahas Lily, senyam-senyum sama interaksi Samara-Arav.


Intinya, saya juga agak kaget saya masih bisa begitu, karena biasanya saya kalo baca lompat-lompat udah nggak begitu peduli sama tokohnya dan beneran berjarak sama keseluruhan cerita itu sendiri.

Minus-nya, bagi saya adalah:
1. Novel ini tuh tipis, cuma 150 halaman, tapi (semoga saya enggak salah, berdasarkan yang saya ingat) ada bagian di wattpad yang dipotong. Kayak, flashback masa SMP Sam-Arav. Bagi saya pemangkasan itu nggak perlu, sih. Banyak novel wattpad yang setelah terbit memangkas banyak adegan versi wattpadnya (yang padahal kadang cukup penting, dan salah-salah membuat efek novelnya kayak lompat-lompat cerita), tapi itu karena tuntutan halamannya. Sementara novel ini, tanpa perlu membuang adegan versi wattpad, udah tipis.

2. Konflik di klimaksnya ... kurang diperdalam, pesan cerita kurang tersampaikan

Saya sebetulnya mengerti apa pesan yang mau disampaikan, juga klimaks cerita.
Semoga saya enggak salah, klimaksnya terletak justru pada pergolakan diri Samara: dia senang bisa bersahabat dengan Kai, dan dia juga senang bisa dekat dengan Arav bahkan saling mengakui perasaan, tapi di satu sisi dia juga merasa itu nggak pantas. Samara merasa, dia enggak pantas sebahagia itu di saat, Lily, satu-satunya teman sekaligus sahabatnya, menghilang, tak jelas apakah benar-benar sudah meninggal, sebab jasadnya pun tak ditemukan. Dia sedang bahagia, tapi merasa dia seharusnya berduka.

Menurut saya itu jelas sekali, tapi saya rasa bagian ini kurang dieksplor, kurang digambarkan bagaimana Samara kecewa sama dirinya, kebingungan yang dialaminya, dan apa yang dirasakannya dengan pikiran-pikiran yang bertentangan itu, juga proses bagaimana Samara berdamai dengan dirinya sendiri.

Menurut saya, bagaimana akhirnya Samara berdamai itulah yang gak lumayan kurang, seolah, tiba-tiba Samara tahu cara menyelesaikannya, ia tahu solusinya, dan cerita menuju ending. Gitu. Enggak tahu bener atau enggak, saya merasa penulis agak terburu-buru menyelesaikan novel ini, jadi di beberapa bagian yang harusnya bisa lebih kerasa, lebih menegangkan, jadi nanggung. Di wattpad-nya sendiri, After You've Gone (dibanding cerita lain project Belia Writing Marathon) termasuk yang telat banget update-nya, sampai-sampai berakhir gantung. 

Tapi, secara keseluruhan, saya suka novel ini. Apalagi endingnya, yang penuh dengan: 
*CINTA (haha, maksa)


Jadi, saya kasih 3.5 dari 5 bintang!

You Might Also Like

0 komentar