Review Novel The Number You're Trying to Reach is Not Reachable
Mei 20, 2019The Number You are Trying to Reach is Not Reachable
Penulis: Adara Kirana
Penerbit: Bukune
Blurb:
Kata orang-orang, aku ini genius dan kelewat serius.Oke, memang koleksi piala dan medali olimpiadeku sedikit lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih seusia anak kelas sepuluh, tapi sudah ikut beberapa try out SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi.Namun, Kak Zahra—guru homeschooling-ku-menganggapku perlu bersosialisasi. Katanya, biar "nyambung" sama orang-orang.Untuk apa? Aku punya teman kok: Mama, Kak Zahra, Hera, dan... saudara-saudara yang sering kulupa namanya.***“The Thirteen Books of Euclid's Elements. Buku itu bisa kamu dapat asal kamu mau masuk SMA,” tantang Kak Zahra suatu hari.Tidak mungkin. Itu kan, buku legendaris yang ditulis sejak abad ketiga sebelum Masehi. Aku ingin sekali mengoleksi dan mempelajarinya sendiri. Rasanya pasti lebih memuaskan."Oke, aku coba satu semester, ya," jawabku mantap.Demi buku itu, bolehlah aku jalani hidup sebagai anak SMA biasa. Lagi pula, sesulit apa "nyambung" sama orang-orang?--
[Ya ampun! Saya sampai lupa pernah nulis review novel ini. Pokoknya saya udah baca dari lama banget]
Awal baca cerita ini di wattpad, tapi cuma beberapa chapter karena sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan. The Number—ah, kalau disebut kepanjangan—novel ini termasuk novel yang saya suka banget di wattpadnya. Soalnya, dibandingkan dengan novel-novel teenfiction wattpad sejenis—yang ceritanya berkisar soal badboy yang jadi the most wanted boy, badgirl, cewek cupu, ketos, dengan kisah percintaan yang seringnya terlalu berlebihan untuk ukuran remaja SMA—(waktu itu, karena saya juga termasuk masih agak baru di wattpad) menurut saya novel ini beda (karena jauh dari kisah-kisah wattpad di atas), unggul, dan yah, intinya saya suka banget sampai saya masukin ke reading list teenfic favorit dan rekomen ke orang-orang. Yah, ngelantur.
Kisahnya soal Aira, cewek kelewat pintar (untuk anak seusianya) dan serius yang dari kecil selalu home schooling karena perbedaan kepintarannya itu antara ia sama anak sebayanya. Suatu hari—yang jadi awal mula kisah—Kak Zahra (guru homeschooling-nya) menantang Aira untuk dapetin buku The Thirteen Books of Euclids yang katanya langka itu lewat olimpiade Matematika. Tapi, syaratnya Aira harus masuk sekolah biasa untuk bisa ikut cerdas cermat (karena berkelompok dan memang ditujukan buat murid sekolah). Didorong keinginan mendapat buku itu dan desakan Mamanya, Aira mau masuk sekolah, dan coba-coba satu semester bersekolah.
Di versi wattpadnya, tokoh Kak Zahra ini enggak ada, dan ceritanya Aira memang enggak homeschooling (kayaknya sih, saya agak lupa) tapi udah sekolah biasa. Saya agak kaget juga waktu bacanya sih (soalnya novel wattpad seringnya setelah terbit enggak beda jauh sama aslinya di wattpad, beda pun paling endingnya, malah saya ada baca yang tiap katanya sama dengan versi wattpadnya, haha).
Saya ngerasa nggak terganggu sih sama perubahan ini, malah ... kayaknya emang lebih baik begitu.
Alur
Saya nikmatin sih baca alurnya, dan konflik yang disuguhkan ditambah leluconnya (apalagi enggak pake bahasa kasar gitu, yay!).
Untuk yang terbiasa baca novel teenfict wattpad lain mungkin merasa konflik di novel ini sepele, ringan, dan yah ... gitu. Tapi saya malah lebih suka begini (sebenernya saya baca tulisan wattpad Adara yang lain, dan emang yang saya baca konfliknya enggak sampai yang berlarut-larut) lebih masuk akal aja untuk ukuran masalah remaja.
Oh, saya agak kecewa sih, waktu bagian Aira jelasin ke Hera soal paradoks gitu di novelnya nggak ada (itu dulu bagian favorit saya), tapi yah, dipikir lagi kayaknya itu agak nggak berpengaruh sama alur dan mungkin jatuhnya malah pemborosan halaman. Jadi, mungkin emang lebih baik bagian itu dipangkas.
Konfliknya dimulai dari ketidakjujuran Aira soal dia yang sebenernya itu pinter pake banget. Aira bakal berkonflik sama teman pertamanya di SMA. Ah, saya suka penyelesaiannya. Juga endingnya!
Terus, konfliknya enggak berputar sama pacaran-kecewa-orang ketiga-putus-lalu nikah. Maksud saya, enggak soal percintaan begitu. Saya suka!
Keseluruhan, saya enggak ada masalah sih sama alurnya. Cuma (subjektif banget, asli) saya merasa enggak yang ... suka banget gitu baca novel ini (bukan berarti saya enggak suka juga, sih) kayak waktu saya baca pas di wattpad-nya. Waktu selesai baca juga udah yang kayak ... oh, selesai. Padahal dulu saya suka sampai di tahap yang pengin banget baca kelanjutannya. Enggak tahu, mungkin karena lama-lama saya nemu banyak novel lain, bacaan dengan genre lain, atau apa. Atau mungkin karena jokes atau bagian menarik yang ada di novel ini pernah saya baca sebelumnya. Jadi, ketika saya baca lagi vetsi novel, saya udah biasa aja. Ya ... gitu.
Karakter
• Aira
Saya suka sih, keenggaktahuannya Aira sama bahasa-bahasa gaul itu jadi lucu dibaca. Saya juga suka interaksinya dia sama karakter-karakter lain. Tapi ... apa ya... untuk karakter yang diceritakan kelewat pintar, jenius, saya agak nggak merasa kalau Aira ini tuh 'sepintar' itu. Mungkin karena kepintaran Aira cuma ada di narasi, maksudnya, kepintaran Aira ini cuma diceritakan, enggak ditunjukkan.
Kepintaran Aira ini diceritakan (tell) bukan ditunjukkan (show). Di narasi ada yang menceritakan soal Aila pulang sekolah mau bahas sejarah mata uang dengan bahasa Korea, Aira mau baca sejarah ini itu, belajar bahasa anu, tapi yah, tell, cuma diceritakan begitu aja bukannya ditunjukkan bagaimana. Makanya mungkin saya ngerasa kalau nggak dikasih tahu dari awal Aira itu pintar (banget) saya bakal merasa Aira ini cuma anak yang kurang bergaul dan nggak ngerti istilah-istilah gaul.
Sebenernya agak ditunjukkan di bagian Aira bertelepon sama Arka (dibahas di bawah), Aira ini hafal dialog novel berat (A tale of two cities karya Dickens). Tapi ... entah sih, saya merasa kurang juga. Lagian, enggak perlu jadi pintar untuk bisa hafal dialog novel.
Ah, iya! Character development Aira di akhir, saya juga suka (kebanyakan novel wattpad nggak memerhatikan ini, dan karakternya nggak ada perubahan apa pun kecuali mungkin, pacaran dan jadi bucinnya si tokoh cowok, biasanya).
• Arka
Arka adalah guru pengganti sementara di SMA-nya Aira. Ngajar pelajaran tambahan buat siswa yang kurang pintar. Dan pstt, dia suka Aira (umurnya 21).
• Rio
Sebenernya nggak perlu bahas Rio juga sih, tapi dia ini karakter favorit saya! Hehe, dari mulai di wattpad, saya lebih suka Aira-Rio dibanding Aira-Arka.
Nah, gitu. Saya sadar di atas saya sering banget nyerempet bandingin novel ini sama novel-novel teenfiction wattpad. Iya, meski ada beberapa hal yang kurang dari novel ini, jujur aja saya suka banget ada novel wp terbit yang nggak melulu soal.kisah cinta remaja SMA yang kadang konfliknya berlebihan gitu.
Terakhir, saya kasih 3 dari 5 bintang buat novel ini!




0 komentar