[Review Drakor] Love Alarm — Nyatakan Cintamu Dengan Sebuah Aplikasi

Februari 10, 2021

 

Review Love Alarm

 Profil Drama Korea Love Alarm

Judul Drama : Love Alarm

Genre : Romansa, Fantasi

Penulis Naskah: Lee Ah-Yeon, Seo Bo-ra, Kim Sae-bom

Jumlah Episode : 8 episode (tayang Agustus 2019)

Pemain :

Kim Jojo Love Alarm
Kim So Hyun sebagai Kim Jojo

Hwang Sun Oh Love Alarm
Song Kang sebagai Hwang Sun Oh

Lee Hye Young Love Alarm
Jung Ga Ram sebagai Lee Hye Young


Blurb :

 

Love Alarm adalah aplikasi yang bisa membuat kita tahu, ada seseorang yang menyukai kita dalam jarak 10 meter. Dengan catatan orang itu juga meng-install Love Alarm di ponselnya. Cerita berpusat pada Kim Jojo, seorang cewek yatim piatu yang tinggal dengan bibinya dengan tanggungan hutang orangtuanya. Di lain sisi, seorang cowok pendiam bernama Hye Young, menyukai Jojo, tetapi tidak mengungkapkan perasaanya sebab Jojo sudah memiliki pacar.

 

Lalu ada Sun Oh, anak orang kaya tempat di mana ibu Hye Young bekerja, yang baru kembali dari Amerika. Sejak kecil, Sun Oh dan Hye Young telah bersahabat baik. Sun Oh yang penasaran dengan cewek yang disukai Hye Young, akhirnya malah jatuh cinta pada Jojo pada pandangan pertama. Sun Oh yang lebih berani mengungkapkan perasaannya, akhirnya mendekati Jojo dan berpacaran dengannya. Mereka mengisi rasa sepi dan menyembuhkan luka satu sama lain.

 

Sun Oh memberikan segalanya pada Jojo. Tetapi itulah yang membuat Jojo merasa kecil di hadapan Sun Oh. Belum lagi, ia punya masa lalu kelam yang masih menghantuinya, hingga ia mencoba melindungi dirinya dengan cara apapun. Termasuk dari kemungkinan tersakiti, dan akhirnya memutuskan Sun Oh.

 

Ia memasang perisai untuk Love Alarmnya, yang hanya bisa dinonaktifkan oleh developer. Perisai itu membuat Love Alarmnya tak akan berbunyi untuk siapapun, termasuk Sun Oh.

 

Empat tahun berlalu setelahnya, Hye Young kembali bertemu dengan Jojo. Kali ini, ia tidak ingin melepaskan Jojo. Ia yang kini lebih berani, mulai mendekati Jojo dan berjanji akan terus membunyikan Love Alarm Jojo. Hye Young terus menemani Jojo, hingga perlahan keduanya nyaman dengan satu sama lain. Sementara Sun Oh, setelah empat tahun, masih menyukai Jojo. Alarmnya masih berbunyi untuk Jojo tiap kali mereka bertemu.

 

Siapakah yang akan dipilih Jojo? Sun Oh, yang pernah dicintainya selama empat tahun, ataukah Hye Young yang menemaninya kini dan telah mencintainya sejak dulu?


Love Alarm diangkat dari Webtoon berjudul sama oleh Chon Kye-young, tapi sayangnya, saya enggak baca Webtoonnya, jadi enggak bisa bikin perbandingan.


Saya nonton drama ini atas pertimbangan episodenya sedikit, butuh asupan drama yang manis-manis, dan premisnya menarik. Episode awal drama ini emang beneran manis, bikin senyum-senyum sendiri, dan duh, lifting up mood, deh. Tapi di akhir malah bikin patah hati dan ... ugh, enggak ada manis-manisnya.


Tanpa tempelan Love Alarm-nya, drama ini sebenarnya adalah kisah klise cinta segitiga antara dua sahabat yang mencintai gadis yang sama yang sudah sangat, sangat menjamur. Ini juga kisah klise percintaan cewek miskin dan cowok kaya. Jadi, bukan suatu hal yang baru. Tapi, bahkan terlepas dari seandainya drama ini tidak mengangkat tempelan sebuah aplikasi yang bisa membuat kita tahu ada seseorang yang menyukai kita, drama ini masih sangat, sangat worth it untuk ditonton.


Mungkin karena drama ini tidak menghadirkan klise perpisahan yang disebabkan si ibu cowok kaya tidak suka anaknya bersama si cewek miskin. Perpisahan karakternya justru terletak di pergulatan batin si karakter sendiri (yang selanjutnya juga jadi problem). Atau juga karena tidak menghadirkan klise di mana dua sahabat ini bertengkar hebat karena gadis yang sama. Tentu, mereka pada akhirnya, ya, bertengkar, lebih tepatnya Sun Oh yang merasa dikhianati Hye Young. Untungnya, porsinya tidak berlebihan, jadi masih bisa dinikmati.


Saya juga suka banget efek yang diberikan drama ini. Entahlah, ya, dan setiap scene terasa berharga dan tidak seharusnya dilewatkan. Dalam drama ini, emosi kita dibawa naik dan turun, beneran layaknya kita naik rollercoaster. Episode awal sangat delight, manis, menyenangkan. Lalu kita dibuat patah hati dan menyesal dan sebagainya.


Selain kisah asmara ketiga tokoh, episode menjelang akhir drama ini juga mengungkap lebih banyak tentang Love Alarm sebagai premis inti drama ini. Fitur terbaru Love Alarm akan dirilis, dan pengembangnya, setelah sebelumnya misterius, untuk pertama kalinya menampakkan diri di depan publik.


Tim Siapa? Sun Oh atau Hye Young?

Setelah menyaksikan aksi Bucin A (Sun Oh) dan Bucin B (Hye Young) dan mengamati kemistri mereka dengan Jojo, jawaban saya praktis bakalan mainstream: saya pilih Bucin A.


Ya ampun, saya senyum-senyum sendiri nonton scene pacarannya mereka berdua. They were just so cute and sweet together. Setelah nonton drama ini, I have the biggest crush on Song Kang. Ini juga jadi alasan terbesar kenapa saya akhirnya nonton Sweet Home, yang mungkin bakal saya review kemudian.


Kim So Hyun sama Song Kang punya kemistri yang enggak tanggung-tanggung. Saya acungin dua jempol, deh. They were just so adorable. Aaaack. Beranda youtube saya setelah nonton Love Alarm isinya penuh sama potongan-potongan adegan mereka di Love Alarm dan FMV mereka (maaf, ya, Hye Young!)


Jojo dan Sun Oh
Jojo dan Sun Oh

I'm gonna cry if they don't end up together.  I will sue you, Netflix.


Tapi, jika kalian Tim Hye Young, saya ngerti, kok. Hye Young memang baik, sweet, dan setia. Dia cinta Jojo apa adanya. Dia yang lebih dulu menyukai Jojo. He is such a good boy. Tapi gimana dong, saya udah telanjur kepincut Sun Oh. Maaf (lagi) ya Hye Young!


Tolong abaikan fangirling enggak penting di atas, hehe. Pada intinya, Saya sangat menikmati menonton drama ini. Kalau saya punya protes atas drama ini, mungkin hanya tiga hal ini :


Kekurangan Love Alarm

1. Alasan Jojo memutuskan Sun Oh enggak clear.

Jadi ini antara saya yang bebal atau gimana, saya enggak sepenuhnya paham alasan Jojo memutuskan Sun Oh ketika ia sendiri masih menyukai Sun Oh. Oke, Jojo merasa levelnya beda dengan Sun Oh yang kaya. Oke, ia mungkin merasa kecil dan tidak pantas di hadapan Sun Oh ketika Sun Oh membantunya tanpa sepengetahuannya. Dan oke, Jojo punya masa lalu yang kelam yang membuatnya sulit percaya seseorang, yang masih menghantui hidupnya, ditambah ia dikhianati sahabatnya sendiri, dan membuatnya merasa perjalanannya untuk bahagia masih panjang dan karenanya ia ingin melindungi dirinya. Tapi, saya kayak: terus, alasanmu sebenarnya apa, Jo?


Kalau enggak mau tersakiti dan itu alasannya mutusin Sun Oh lebih dulu, percuma dong. Dengan memutuskan Sun Oh, ia menyakiti dua orang: dirinya sendiri dan Sun Oh. Toh pada akhirnya ia menyesal sendiri.


Jadi, bagi saya, alasan mereka putus itu tidak sepenuhnya jelas, dan lebih mudah dijelaskan sebagai: agar plotnya berjalan, ya mesti begitu.


2. Love Alarm kurang menggali isu-isu sosial yang potensial

Isu sosial yang saya maksud sebenarnya sudah disinggung pada drama, tetapi porsinya kurang sekali, karena dramanya berpusat pada cinta segitiga para tokoh. Misalnya, soal kesepian yang kini tidak bisa disembunyikan lagi berkat adanya Love Alarm, pergeseran pengakuan cinta secara langsung yang digantikan apakah Alarm-mu dan dia berbunyi, pertanyaan soal bagaimana jika seumur hidup, Love Alarm-mu tak pernah berbunyi, hingga (yang paling saya suka) Love alarm yang tidak mengenal gender. Love Alarm akan tetap berbunyi meski orang itu, misalnya, homoseksual.


Isu tersebut sebenarnya potensial untuk diberi porsi dari seharusnya, mungkin dengan begitu juga, Love Alarm lebih kaya akan pelajaran dan relate untuk lebih banyak orang, daripada hanya sekedar another drakor romansa. Tapi bukannya saya komplain soal porsi romance-nya yang mendominasi, sih. Saya menikmati, kok.


3. NETFLIX KAPAN MAU RILIS SEASON 2 NYA???

Rumornya, LA season 2 ditangguhkan (selain karena Covid) juga karena ingin menjaring lebih banyak penonton. Saya pikir, LA sudah punya banyak penonton, dan lebih banyak lagi yang sudah jenuh menunggu sejak rilisnya episode terakhir season 1 LA. Jadi, jangan sampai malah penonton setianya hilang.


Alasan Harus Menonton Love Alarm

Pertama-tama, setelah semua hal yang saya jabarkan di atas, selain soal premis unik, sinematografi oke, kemistri bagus, dan lainnya, ada satu yang membuat LA menarik untuk diikuti. Seperti kata Mbak So Hyun dalam sebuah interview, LA menarik karena, tak seperti drama pada umumnya yang sejak awal, protagonis ceweknya sudah jelas akan bersama siapa, umumnya protagonis cewek hanya menyukai satu di antara dua cowok dan romansa yang sebenarnya hanya berputar pada mereka berdua, di LA, ketika Sun Oh telah putus dengan Jojo, romansa juga terjadi antara Jojo dan Hye Young.


Jojo mulai merasa nyaman dengan Hye Young, ketika ia juga masih punya perasaan untuk Sun Oh. Penonton jadi tidak tahu, akan berakhir dengan siapa Jojo pada akhirnya. Penonton juga menebak-nebak, siapa, sih, sebenarnya main male lead-nya? Hye Young ataukah Sun Oh?

Love Alarm

Selain itu, jika kita punya kesempatan menonton LA season 2 (netflix, tolong rilis segera!), kita mungkin akan disuguhkan jawaban-jawaban dari misteri yang belum terpecahkan: seperti siapa developer Love Alarm sebenarnya? Apakah Duk Gu masih hidup? Bagaimana jadinya fitur baru Love Alarm? Apa Jojo bisa menghapuskan perisai dari Love Aarm-nya? Selain romansanya, season dua sepertinya punya porsi lebih banyak untuk teknologi dan misteri seputar Love Alarm sendiri.

Overall, Love Alarm adalah drama yang sangat menyenangkan untuk ditonton. Drama ini cocok untuk kamu yang suka marathon karena episodenya sedikit, dan untuk kamu yang suka romansa yang sweet,  delight, dan cerita yang ringan.


9/10 buat drama ini!





You Might Also Like

0 komentar