[Review Drakor] Love Alarm 2 (2021)

April 11, 2021

 

Love Alarm Poster


Profil Drama

Drama: Love Alarm Season 2
Director: Kim Jin-Woo, Park Yoo-Young
Writer: Cheon Kye-Young (webcomic), Kim Seo-Hee, Kwon Ji-Young, Cha Yeon-Soo
Episodes: 6
Release Date: March 12, 2021

Love Alarm season 2 masih berkisar pada kisah cinta segitiga antara Hwang Sunoh - Kim Jojo - Lee Hyeyoung. Sunoh masih terus membunyikan Love Alarm Jojo, begitu pula Hyeyoung.

Sementara Kim Jojo masih tak bisa membunyikan Love Alarm siapa pun berkat perisai yang dipasangnya. Ia tak berhasil melepas perisai bahkan setelah menemui pengembang aplikasi Love alarm. Ia dibuat bimbang akan perasaannya. Apakah ia telah sepenuhnya melupakan Sunoh dan mencintai Hyeyoung berkat kebersamaan dan rasa nyaman mereka ketika bersama?

Dapatkah Kim Jojo melepas perisai Love Alarmnya? Dan jika berhasil, siapa yang Love Alarm-nya akan Jojo bunyikan?

--

Secara singkat, itulah garis besar cerita yang ditawarkan Love Alarm season dua. Dalam penjelasan lebih singkat lagi, LA S2 bercerita soal: Jojo akan berakhir dengan siapa.

Iya betul, saudara-saudara, intinya memang kisah cinta segitiga, di mana kita toh sudah tahu female lead akan selalu berakhir dengan siapa—yang kemudian akan menambah deretan sad boy jagad per-drakor-an.


Bedanya dengan Love Alarm ini, di season satu, Hwang Sun Oh diperlakukan seolah ialah main lead-nya, hanya untuk kemudian ditinggalkan dengan alasan unclear, yang hanya bisa dijelaskan dengan, plotnya gitu, biar dia berakhir sama main lead!

Dan iya, sekali lagi, saudara-saudara, it is confirmed that Hwang Sun Oh is the second male lead. And it's pretty much spoiling you the ending! Yah, walaupun yang ngikutin webtoon-nya pasti sudah tahu kalau main lead-nya memanglah Hyeyoung dan tahu endingnya bagaimana.

Nonton Love Alarm season dua ini, tak seperti season pertamanya, saya butuh waktu lama. Bukan karena saking sibuknya, tapi karena saya lumayan enggan nonton.

Kalau baca review saya soal Love Alarm season 1, sudah jelas saya memang Tim Sunoh garis keras. Dan, saya pastikan alasan saya butuh waktu lama untuk menyelesaikan season duanya, bukan karena kapal saya tidak berlayar.

Entah mengapa, rasa senang dan excitement saya sewaktu menonton season satu seolah menghilang secara perlahan ketika menonton season duanya. Kedua drama ini, meski sebenarnya satu drama yang dibagi dua season, entah mengapa bagi saya, tidak memiliki vibes yang sama.

Jujur saja, season duanya terlalu serius.

Sepertinya, akan banyak yang setuju dengan pendapat saya yang satu ini. Tidak seperti season satunya, yang meski menjelang akhir memang lebih kelihatan serius, menyesuaikan dengan karakter para tokoh yang tidak lagi SMA, tetapi masih mempertahankan humor, romansa ringan, sweet dan bikin tarik senyum.

Walau saya paham timeline season dua memang lebih dari 4 tahun kemudian, saat para karakter sudah cukup dewasa, tapi keseriusan cerita ini membuat season dua dan season satunya tampak begitu berbeda.

Dan sejujurnya, it's a bit depressing lihat karakter Sunoh yang bener-bener tanpa senyum setelah lihat gimana akting manisnya dia sewaktu berpacaran dengan Jojo sewaktu SMA.

Selain itu, plot soal Love Alarm sendiri tidak berkembang.

Setengahnya, ini salah ekspetasi saya sih yang berharap akan ada lebih kejelasan soal Love Alarm. Soal cara kerja aplikasinya, soal dunia Love Alarm, dan bla bla bla.

Aplikasi Love Alarm-nya sendiri tidak banyak disinggung. Termasuk soal pengembangnya, Chon Dukgu yang terkesan tiba-tiba dimunculkan untuk menggerakkan plot.

Dan lagi, romance antara Jojo dan Hyeyoung ... terasa dipaksakan.

Saya mulai kehilangan rasa simpati pada karakter Jojo di akhir season satu, dan lebih lebih lagi di season dua ini. Beberapa penonton berargumen soal alasan Jojo memutuskan Sunoh bisa dimengerti, dan beberapa lainnya menganggap itu cuma alasan bodoh. Hmm, saya ada di tengah-tengah. Saya setidaknya bisa mengerti kenapa Jojo melakukannya (meski tetap, masih terasa segalanya hanya untuk memudahkan plot), tapi tidak paham tindakan Jojo setelahnya.

Kalau Jojo menyesalinya, dan tahu ia telah menyakiti perasaan Sunoh (juga Hyeyoung), mengambil senyum Sunoh darinya, mengapa malah tidak menjelaskan alasannya memasang perisai? Mengapa malah terus diam bahkan ketika tahu Sunoh butuh jawaban.

Bukannya memperbaiki kesalahannya dan hubungan mereka, atau setidaknya menjelaskan dan meminta maaf pada Sunoh, JoJo justru berusaha mencintai Hyeyoung, dengan alasan ia adalah pria yang baik? What the ...

Plot yang demikian membuat romansa antara Jojo dan Hyeyoung lebih seperti Jojo memaksakan dirinya menyukai Hyeyoung.

Secara keseluruhan, saya lumayan kecewa dengan Love Alarm season dua ini.


7 dari 10 bintang

 

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

0 komentar