[Review Drakor] The Penthouses: War In Life (2020)
Maret 03, 2021
Profil Drama The Penthouses
Judul : The Penthouses: War In Life
Genre : Drama, Misteri
Penulis Naskah : Kim Sun-Ok
Sutradara : Joo Dong-Min
Jumlah Episode : 21
Pemain :
![]() |
| Dari kiri ke kanan : Lee Ji-Ah sebagai Shim Su-Ryeon, Kim So-Yeon sebagai Cheon Seo-Jin, Eugene sebagai Oh Yoon-Hee |
![]() |
| Dari kiri ke kanan : Bong Tae-Gyu sebagai Lee Kyu-Jin, Um Ki-Joon sebagai Joo Dan-Tae, Yoon Jong-Hoon sebagai Ha Yoon-Chul |
Shim
Su-Ryeon selama
bertahun-tahun, ternyata dibohongi oleh Joo Dan Tae suaminya, bahwa anaknya
lahir dengan kurang sehat dan harus terus menjalani perawatan di rumah sakit.
Ternyata anak aslinya masih hidup dan tinggal dengan kekurangan, hingga harus
menipu keluarga Joo Dan Tae bahwa dirinya adalah anak kuliah yang sedang
mencari penghasilan tambahan sebagai guru les. Ia adalah Min Seol A.
Min
Seol A, harus menanggung kekejaman penghuni Hera Palace sebab telah menipu
mereka dan mengambil video perselingkuhan Cheon Seo-Jin dan Joo Dan-taeIa
dikasari oleh para orang dewasanya, dan dibully anak-anak mereka.
Ketika
Su-Ryeon akhirnya mengetahui kebenaran tentang siapa Min Seol Ah, semua sudah
terlambat, Min Seol Ah mati didorong dari lantai 47 Hera Palace. Ia mati secara
tidak adil dan kematiannya dipalsukan seolah ia bunuh diri di rumahnya.
Su-Ryeon yang
tidak rela anaknya mati begitu saja, mencari tahu siapa yang membunuh anaknya
dan memastikan akan membalas dendam pada siapa saja yang telah membuat Min Seol
Ah sengsara.
Katanya, drama ini mirip-mirip Sky Castle. Soal ambisi masing-masing orang dewasa, yang juga dipaksakan pada anak-anak mereka. Karena sayangnya saya nggak nonton Sky Castle, saya jadi tidak bisa bikin perbandingan.
Fun
fact : Drama ini
adalah reuni dari penulis dan sutradara The last Empress. Kebetulan, saya
pernah nonton The Last empress. Selain, The Last Empress, writernim adalah
penulis drama-drama ini: Temptation of Wife, Temptation of Angel, dll. Jadi,
ini adalah bidangnya beliau, tema seperti perselingkuhan dibalut misteri sudah
langganannya beliau. And it shows.
Awalnya,
saya tidak begitu berniat untuk nonton drama ini karena 1) sepertinya bukan
drama tipe saya, kesan lihat posternya adalah : terlalu rame, kebanyakan tokoh
utama (jujur saya enggak suka posternya). Saya lebih suka drama yang fokusnya
hanya pada satu atau dua tokoh. 2) main lead-nya tua-tua—ampuni saya,
wkwk! Ya maaf, saya, kan nonton drama sebagai stress relief dan reward
buat fisik dan pikiran yang capek, jadi butuhnya yang muda dan bening-bening.
Hehe. Dan 3) Sinopsisnya tidak memikat hati.
Pada
akhirnya saya tetap nonton juga gara-gara lihat FMV-nya Seok-Hoon X Ro-Na (I
thought they looked sweet) dan atas testimoni teman seperdrakoran saya: dramanya
seru! dakjal semua tokohnya, gitu katanya.
Apakah
drama ini seru? Well, ya dan tidak. Menurut saya Penthouses adalah drama yang
penuh kekurangan, suka dinyinyiri, tapi tetap saja bakal ditonton sampai akhir.
Penthouses Lebay dan Sinetronis
Kesan
pertama nonton drama ini adalah: lebay dan agak sinetronis
Iya,
drama ini untuk banyak aspek, menurut saya lebay dan mirip-mirip sinetron kita
versi pengambilan adegan dan propertinya lebih bagus saja.
Baik
dari dialog karakter, adegan, maupun alur, Penthouses sangatlah lebay. Saya
kurang tahu apakah ini disengaja atau tidak. Ditambah dengan scoring
yang tidak kalah ... dramatis, it made it even worse.
Contohnya
saat Su-Ryeon mengetahui Joo Dan Tae, suaminya, dan Cheon Seo-Jin selingkuh,
pengambilan adegannya sungguh berlebihan, dan duh, musik pengiringnya dibuat
menegangkan tapi jatuhnya ala ala sinetron.
Saya
juga enggak paham, deh, soal penggambaran orang-orang kaya di drama ini. Hera Palace
adalah apartemen paling mahal seantero Korea selatan dan tempat orang orang
kaya Korea tinggal. Tapi, kok, orang kayanya kayak norak semua?
Apalagi
si ibunya Jenny dan ibunya Minhyuk, tidak terlihat berkelas sama sekali. Lihat
barang mewah saja mereka membelalakkan mata? Lihat piala emasnya Cheon Seo-Jin
heran. Saling pamer barang mewah satu sama lain, lah. Begitu juga
pasangan-pasangan mereka. Kyujin dan Yoon Chul dikasih uang sekoper oleh Joo
Dan Tae langsung ngiler kesenangan. Saya nontonnya tuh kayak : heuh?
Emangnya orang kaya begini, ya?
Bagi
saya, penggambaran mereka tidak seperti orang kaya, tetapi lebih seperti OKB,
yang untuk pertama kalinya mencicipi kemewahan dan kejayaan.
Bukan
hanya itu, kalau Hera Palace memang adalah tempat bagi orang-orang kaya
tertentu, kok yang disorot cuma mereka-mereka saja? Apakah yang kaya cuma
mereka? Apakah selain mereka tidak ada penghuni yang juga pebisnis sukses?
Penghuni dengan berbagai profesi lain?
Penthouses
Merupakan Tontonan Yang Melelahkan
Durasi
penayangan Penthouses lumayan lama (satu jam per episode) dengan jumlah 21 episode (lebih banyak dari rata-rata drama
yang tamat pada episode 16). Selain itu, Penthouses dikabarkan akan tayang
dalam tiga season. Wah, semakin mirip sinetron, ya! Karena sebelum Penthouses,
saya habis nonton Sweet Home yang rata-rata episodenya hanya 40 menit, satu
episode Penthouses (meski durasi 1 jam itu wajar) terasa sangat lama bagi saya.
Selain
karena durasinya, Penthouses juga melelahkan karena banyaknya tema yang
dijejalkan pada episode awal.
Penthouses mengangkat hal-hal berikut: kehidupan masyarakat kelas atas, kemiskinan,
perselingkuhan, bullying, pembunuhan, drama keluarga, kecurangan,
parenting, misteri, persaingan, pembalasan dendam.
Penthouses penuh sesak dengan banyak tema yang coba dijejalkan pada satu drama. Ini
membuat Penthouses tidak bisa mengeksplor tema yang diangkat secara mendalam.
Meski
dalam sinopsis yang beredar, hal yang digarisbawahi adalah perjuangan para
wanita untuk menjadi ratu di Hera Palace, dalam perjalanannya, drama ini lebih
terfokus pada pengungkapan dalang pembunuhan dan upaya balas dendam. Hal yang
sama juga sepertinya akan terjadi pada season dua-nya.
Tidak
fokusnya tema ini membuat Penthouses kurang di beberapa hal. Misalnya, soal
kedekatan si kembar dan Shim Su-Ryeon. Karena terlalu fokus pada ajang
pembalasan dendam, saya rasa tema keluarga dari mereka agak terpinggirkan.
Jadinya, episode menjelang akhir, duka si kembar seperti tidak punya pengaruh.
Sebab sepanjang cerita, hubungan antara Su-Ryeon dan si kembar kurang digali.
Logika Bolong Drama The Penthouses
Yang
saya tidak mengerti adalah, apartemen sekelas Hera Palace yang digambarkan
begitu mewah, kok, ya, tidak punya kamera CCTV kah? Cerita kan berputar pada
siapa pembunuh Min Seol Ah, yang didorong jatuh dari lantai 47, yang
masing-masing dari tersangka tidak mengakui telah mendorongnya. Tetapi kenapa
tidak ada adegan mengecek CCTV? Sekelas perumahan kumuh Desa Bosuk, tempat tinggal
Min Seol Ah saja ada, kok, CCTV, ini Hera Palace tidak ada?
Apakah
karena itu balkon, jadi tidak ada CCTV-nya? Kenapa ruang pribadi seperti kamar Joo
Dan Tae dan Shim Su-Ryeon justru ada?
Anak
anak penghuni Hera Palace yang kesemuanya akan menjadi penyanyi klasik.
Meski
saya suka dengan satu lagi profesi beda yang ada di K-Drama: penyanyi opera,
saya tidak paham kenapa semua anak mereka harus menjadi penyanyi klasik. Ini,
saya tidak paham. Asli.
Untuk
anak Oh Yoon Hee dan Cheon Seo-Jin, alasannya acceptable, sebab ibunya dahulu
adalah penyanyi klasik. Wajar bila anaknya menuruni bakat ibunya. Untuk Kang Ma
Ri, ibu Jenny, saya tidak paham kenapa. Bukankah dulunya mereka orang tidak
punya, lebih masuk akal bila ia menginginkan anaknya menjadi pengusaha atau
profesi mentereng bergaji besar lainnya. Sementara Kyu-Jin,
adalah anak seorang pemilik firma hukum yang berprofesi sebagai pengacara.
Bukankah lebih masuk akal kalau ia juga mendidik anak satu-satunya untuk
menuruni perusahaan yang kelak akan jatuh ke tangannya?
Dan
saya jauh lebih tidak paham sama Joo Dan-tae. Dia
punya dua anak kembar dan menginginkan keduanya menjadi penyanyi klasik?
Bukankah seorang pebisnis lebih mungkin menginginkan anaknya meneruskan
kerajaan bisnisnya? Oke lah kalau Seok Kyung diharuskan jadi penyanyi klasik
karena Joo Dan Tae mau ada seorang penyanyi dalam keluarganya, tapi Seok Hoon
juga. Saya, tuh, kayak, hah???
Kebetulan
sekali ya kayaknya semua anak mereka dijadikan penyanyi klasik gitu. Dan harus
banget juga bersekolah di sekolah yang sama dengan cara apa pun. Kayak
satu-satunya sekolah seni terbaik adalah Cheong-A Art School.
Penthouses
dibuat dengan alur maju mundur yang sayangnya, perpindahan dari fase flashback
ke masa kini saya rasa kurang smooth, dan lumayan memusingkan.
Bahas Karakter The Penthouses
"Satu-satunya karakter yang baik cuma anjing-nya Min Seol Ah." --netizen
Ya,
ada benarnya juga, sih. Bahkan karakter polos-polos-bodoh yang mudah dijadikan boneka kayak Oh Yoon Hee berubah menjadi .... begitulah di episode akhir.
Tapi,
kan, Su-Ryeon baik? Ro-Na
juga tidak melakukan kesalahan apa-apa? Masih ada dua orang baik!
Bagi
saya, Su-Ryeon dan anak Oh
Yoon Hee, Ro Na, tidak jahat, tetapi lebih seperti karakter yang sifatnya
abu-abu. Memang benar Su-Ryeon baik, tapi tindakannya membalas dendam yang
dilakukan dengan segala cara, juga tidak dapat dikategorikan baik. Ro Na juga
tidak melakukan kesalahan, tetapi sebagai anak, dia bukanlah sosok protagonis
yang biasa diperlihatkan : pekerja keras, penurut, lembut. Ro Na berwatak
keras, terkadang kasar pada ibunya, jelas bukan sosok penurut, menghendaki apa
yang dimaunya tidak peduli apakah kondisinya mampu, suka menyalahkan ibunya.
Meski begitu ia juga sangat menyayangi ibunya. Ro Na adalah karakter yang
realistis, seperti itulah kebanyakan dari kita biasanya di dunia nyata.
Selain
mereka, tokoh-tokoh lain memang ... dajal semua, HAHAH. Termasuk juga
anak-anaknya. Pembantunya.
Tapi,
ada satu karakter yang saya mau acungin jempol terkait peran dan aktingnya di Penthouses.
Dia adalah :
Penasaran? Ini dia :
Memurut
saya, Cheon Seo Jin, dari semua karakter adalah yang paling solid back dan ambisinya. Kenapa dia melakukan apa yang sekarang ia lakukan itu
clear.
Dan
anehnya, meski dia jahatnya sebelas duabelas sama Joo Dan Tae, saya masih tetap
bersimpati sama dia. HAHAH. Karena saya mengerti apa yang sudah ia lalui,
alasannya begitu, ditambah aktingnya yang jempolan, saya jadi mewajarkan dia
begitu.
Bisa
dibilang, untuk akting, dia bintangnya
di Penthouses. Pemeran Joo Dan Tae
dan Su-Ryeon memang tidak kalah bagus, but she was on another level.
Ada salah
satu scene di mana ia menangis tapi ditahan-tahan, dan akhirnya tidak bisa,
saya tuh bersimpati sekali.
Ps:
soal akting anaknya Cheon seo jin, Ha Eun Byeol. Aktris mudanya suka sekali
menggunakan fitur wajahnya seperti alis, mata, hidung, bibir, untuk menekankan
ekspresinya. Ada dua pendapat soal ini. Satu, berpendapat kalau, she
is overusing her facial expressions, lebay, dan jadinya a bit disturbing, dan
dua, she portrays her character very well. Begitulah orang dengan
gangguan mental.
Sayangnya,
saya termasuk orang dalam golongan pertama. Ya, maaf saja ya Ha Eun Byeol
lubang hidungmu terkadang mengalihkan duniaku. Apa ini.
Dengan
segenap kekurangan dan kelebihannya, apakah saya menyelesaikannya sampai episode
terakhir?
Saya
juga tidak menyangka, tapi jawabannya adalah iya, saya berhasil nonton sampai
akhir. Alasan
terbesarnya mungkin lumayan subjektif. Saya cenderung punya attachment ke
romansa pasangan yang punya jatah screentime sedikit. Dalam hal ini, ya,
Seokhoon X Rona.
Jadi,
saya banyak nonton FMV mereka di youtube dan excited duluan. Adegan ini bakal
ada di episode berapa, ya? Oh, ini episode 10? Dan yada yada. So I am kinda
like their hard shipper. Alasan terbesarnya adalah nasib kapal saya apakah
akan berlayar atau tidak.
Untuk
Penthouses yang melelahkan, romansa
mereka terasa menyegarkan. Meski ada pasangan lain seperti Seojin dan Joo Dan
Tae, Su-Ryeon dan Logan,
romansa tersebut terlalu dewasa.
Kedua,
di samping segala kekurangannya, Penthouses tetaplah tontonan yang menarik
diikuti. Saya mungkin agak merasa durasi dan episodenya kepanjangan, tapi toh
saya tonton juga, satu hari bisa sampai dua episode.
Aksi
balas dendamnya, sebagai tema utama, terasa terstruktur. Shim Su-Ryeonseolah
memperhitungkan segalanya dan begitu cerdik. (Yang selanjutnya agak bikin saya
bertanya tanya, kalau memang dia sepintar itu bikin rencana balas dendam dan
mengelabuhi banyak orang, kok bisa dia selama bertahun tahun dibodohi oleh Joo
Dan Tae?)
Hal
lainnya adalah karakter. Saya tetap nonton juga karena penasaran. Apa lagi yang
akan dilakukan karakter A? Apakah karakter B akan melakukan ini?
Aksi
para karakter di sini lumayan menarik untuk diikuti, karena seringnya kamu
tidak memprediksi dia akan melakukan hal itu. Atau kenapa dia akan
melakukannya.
Apakah
saya juga akan lanjut nonton season dua nya? YES.
Jadi,
drama ini layak direkomendasikan? Hmmm. Layak ditonton? Ya, tapi tidak untuk
semua orang. Beberapa mungkin menyerah di episode-episode awal karena
melelahkannya drama ini, alur maju mundurnya yang tidak smooth, dll.
Saya
kasih bonus nih :
![]() |
| Kim Young Dae yang makin ganteng di S2 |







0 komentar