A Long Forgotten Hobby [3] 30 Days Blog Challenge

November 25, 2022



Day 3 : Your Long Forgotton Hobby

Hobi yang terlupakan. Tadinya sih saya mau menjawab: membaca, kalau enggak ya menulis. Template banget, kan? Memang benar keduanya adalah hobi yang sudah jarang saya lakukan. Makanya saya melakukan challenge ini, salah satunya agar saya bisa kembali rutin menulis.

 

Saat saya SMP, saya adalah pengunjung tetap perpustakaan. Kartu perpustakaan saya bahkan hampir penuh sebelum semester dua, dan saya harus nitip pinjam buku di kartu perpus teman saya, biar kartu saya nggak cepat-cepat penuh. Hobi saya di sana adalah cari-cari novel dan bacain majalah MOP. Waktu SMP adalah waktu di mana saya gemar-gemarnya membaca novel dan cerpen. Kalau ada penghargaan untuk siswi yang paling sering berkunjung ke perpus dan menuh-menuhin kartu anggotanya, saya pasti bakal jadi juaranya.

 

Beranjak ke SMK, saya masih suka membaca, tapi lebih banyak baca novel digital. Dari situ saya mulai kenal berbagai platform kepenulisan. Wattpad, sih, pada mulanya. Lalu saya coba-coba nulis, ikut-ikut grup kepenulisan, ikut event nulis. Dan di masa itu, saya paling produktif menulis. Bahkan kalau mau membandingkan, gaya kepenulisan saya sekarang dan dulu rasa-rasanya lebih bagusan dulu.

 

Sekarang, sebagai kacung pabrik, dua hobi itu mulai jarang saya lakukan. Ada masa di mana saya mencoba untuk kembali rutin membaca atau menulis. Berhasil untuk beberapa hari, kemudian jadwal itu berantakan begitu saja karena tubuh yang keburu capek sehabis kerja lembur atau pemikiran seang semrawut. Lalu hari-hari berikutnya motivasi saya keburu hilang. WKWK.

 

Tapi, dibanding kedua hobi itu yang sudah jarang saya lakukan, ada hobi lebih spesifik (kalau ini bahkan bisa disebut hobi) yang sudah lama banget saya tinggalkan: memenuhi rasa ingin tahu saya dengan membaca asupan berita dan artikel yang insightful. Pernah ada masanya bagi saya untuk baca berita di website yang cukup kredibel kayak tirto.id atau The Jakarta Post. Ngikutin perpolitikan negeri ini atau berita teraktual lain. Baca-bacain sejarah perang dunia, G30 SPKI, atau artikel lain di blog-nya Zenius.co.id atau insight sains dari Saintif.id. Atau banyak cari tahu soal seksualitas, soal gender dan seks, feminisme. Dulu pun saya sering baca artikelnya Magdalene.co, Konde, atau mojok. Pokoknya saya baca berbagai macam topik, khususnya yang menarik perhatian saya. Good old days.

 

Di masa itu adalah masa saya beneran ngasih makan rasa penasaran saya. Apa saja yang saya nggak tahu dan saya penasaran, akan saya cari di internet, artikel demi artikel, sampai rasa haus pengetahuan saya cukup terjawab. Periode waktu itu juga yang rupanya banyak membentuk pandangan saya soal seksualitas seseorang, konstruksi gender, dan feminisme.

 

Sayangnya, hobi—kalau itu bisa disebut hobi—telah lama sekali saya tinggalkan. Entah bagaimana mulanya dari “jarang’ berubah menjadi “tidak pernah”. Mungkin karena kurangnya waktu luang, mungkin karena kesibukan pikiran saya sudah jauh berbeda. Atau mungkin semua itu cuma alasan dan saya hanya cukup memulainya kembali. Well, saya nggak tahu sih, barangkali dengan menuliskan ini, adalah langkah awal saya untuk bisa kembali melakukan hal-hal baik itu.

 

 

You Might Also Like

0 komentar