Kenapa Menulis Blog [1] 30 Days Writing Blog Challenge

November 23, 2022

 

BlogBlog

Kenapa menulis blog? Mungkin, jawabannya bakal panjang. Pertama, karena saya butuh tempat untuk menuangkan tulisan saya. Saya selalu tahu kalau saya punya “sesuatu” dengan dunia tulis menulis. Meski saya lama tidak menulis, berbulan-bulan membiarkan blog atau platform kepenulisan lain (re: wattpad, KBM) berdebu, pada akhirnya, saya bakal balik lagi menulis ketika pemikiran saya terlalu ruwet, atau butuh menuliskan kisah fiksi yang ingin saya baca.

 

Sejak kecil, saya terbiasa menuangkan pemikiran dan keluh kesah saya pada buku diary. Sayangnya, kayaknya di zaman sekarang, buku diary telah lama ditinggalkan. Mungkin, karena sifatnya yang terlalu personal dan tidak aman. Beranjak besar, tidak dipungkiri saya malah lebih banyak membutuhkan ruang untuk berkeluh kesah, mengekspresikan opini, atau sekadar mereview tontonan yang saya suka, dan bagi saya, blog menyediakan semua hal itu. Saya bisa saja, misalnya, bikin quick review film atau buku yang saya baca di Instagram atau Twitter, tapi kedua platform itu tidak membiarkan saya banyak menulis dengan bebas tanpa batasan karakter; tidak membiarkan saya meletakkan meme atau gambar lucu di tengah-tengah review, sebagaimana kebanyakan review saya di blog ini.

 

Kedua, blog ini spesial untuk saya.

 

Blog ini eksis pertama kali sebagai bagian dari tugas oleh guru jurusan saya saat SMK. Beliau meminta para siswanya untuk membuat blog yang diisi tugas dan laporan mingguan kegiatan prakerin. Beberapa postingan soal PKL masih ada di sini, dan beberapa lainnya telah saya hapus. Well, sebenarnya saya punya dua blog untuk dua guru berbeda (satu lagi wordpress) tapi kayaknya yang ini lebih long lasting dan saya jauh lebih familiar dengan blogger. Saya masih ingat betul gimana rempongnya saya dulu menggonta-ganti tema blog ini.

 

Itu mungkin kali pertama saya mengenal blog dan dunianya. Dan sampai sekarang berarti blog ini telah menemani saya selama kurang lebih enam tahun. Rasanya cukup spesial karena semua teman-teman yang saya tahu, menganggurkan blog yang pernah mereka buat. Bahkan saya bertaruh beberapa sudah tidak ingat sama sekali password email blog masing-masing. Kayaknya memang hanya saya yang kerajinan masih memelihara blog ini.

 

Blog ini juga mengalami banyak evolusi. Ceilahh. Kelabilan saya adalah alasan utamanya. Saya pernah begitu tertarik untuk mencari cuan dari nge-blogging lewat blog ini. Saya sempat mau bikin blog ini khusus blog lirik lagu terjemahan Bahasa Inggris, review drakor, bahkan blog buat info kepenulisan. Makanya, konten blog ini gado-gado banget.

 

Tapi lama-lama rencana itu gagal, dan saya rasa blog ini too precious untuk dijadikan alat pencari uang. DUH. Akhirnya saya memutuskan blog ini akan menjadi personal blog di mana saya bebas menuangkan opini (nggak begitu penting), racauan, atau tulisan-tulisan random lainnya.

 

Alasan terakhir kenapa memilih tetap ngeblog, mungkin, ini sih karena saya old soul, barangkali. Kebanyakan blogger atau influencer yang saya tahu dulunya ngeblog, kini blognya sudah tak pernah diisi tulisan baru lagi. Mereka pindah platform, entah ke Instagram, Youtube, atau Twitter. Memang nyatanya dunia blogging tidak semenjamur dulu pada eranya. Sekarang, saya malah nggak pernah menemukan teman atau kenalan atau bahkan orang asing manapun yang suka baca blog atau punya blogger favorit. Saya malah ragu kalau mereka tahu komika Raditya Dika itu berawal dari seorang blogger. Dan alasan-alasan itu justru membuat saya menolak pergi dan meninggalkan dunia blog ini.

You Might Also Like

0 komentar