5 Pet Peeves I Have [Day 11] 30 Days Blog Challenge
Desember 04, 2022
Day 11 : 5 pet peeves you have
Pet peeve : (n) something that especially anoys you; something that a particular person finds especially annoying. Yah, intinya sesuatu yang bikin kamu kesal (banget). Here are my lists :
Orang yang komen, “Eh kok lo diem aja, sih?” ke orang yang jelas-jelas pendiam di sebuah perkumpulan dengan banyak orang.
Like, seriously? We—Introvert and quiet people—don’t need that. Sebagai orang introvert yang cenderung pendiam dan pemalu kalau bertemu orang baru, atau ada di suatu situasi di mana saya harus bertemu banyak orang yang nggak begitu dekat dengan saya, saya sering, seriiing banget dapat komen semacam ini :
“Tri mah diam aja dari tadi.”
“Eh, jangan diam aja dong.”
“Kenapa sih, Tri? Diem mulu.”
Atau yang paling nyebelin, “Ngomong dong, jangan diam aja!”
Andai beberapa orang punya cukup kesadaran bahwa: 1) nggak semua orang suka banyak berbicara di depan banyak orang, 2) nggak semua orang langsung bisa merasa nyaman ada di situasi di mana dia dikelilingi orang-orang yang nggak begitu dia kenal, 3) dunia nggak semua isinya orang-orang outgoing and talkative.
Kebanyakan orang yang kalian lihat pendiam memang biasanya tidak nyaman ada di situasi di mana ada banyak orang, apalagi yang nggak benar-benar dekat dengan mereka. Mereka bisa saja jadi yang paling talkative kalau ada di kelompok orang-orang yang mereka kenal dekat dan mereka rasa nyaman. Dan naturally memang ada orang yang nggak suka banyak bicara bahkan dengan orang yang mereka kenal dekat. Please, nggak semua penghuni dunia ini tuh harus sama banyak bicaranya seperti kalian.
Komen-komen seperti itu justru tidak membantu dan tidak dibutuhkan. Berdasarkan pengalaman pribadi, itu justru akan membuat orang yang dituju merasa semakin tidak nyaman karena kamu memberi mereka beban untuk berbicara lebih banyak padahal mereka merasa belum/tidak nyaman. Lebih jauh lagi, itu membuat kepercayaan diri mereka jatuh dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa blend in. Hal-hal seperti itu malah mengintimidasi mereka. And it’s just so rude. Gimana kalau ada yang kasih komen sebaliknya; “Ih, kok lo banyak banget bicara, sih?” atau “Diem deh, jangan bicara mulu!”. Apakah perasaanmu nggak bakal terluka?
Kalau memang maksudnya adalah membuat mereka yang pendiam masuk dalam obrolan, itu bisa dilakukan dengan menanyakan sesuatu pada mereka, menanyakan pendapat mereka, atau mengikutsertakan mereka dalam obrolan dengan cara-cara lain yang lebih subtle.
Orang yang menyebarkan nomor HP orang lain tanpa izin
Nomor HP bagi saya adalah hal yang sangat personal. Mungkin bagi sebagian orang, banyak memiliki nomor HP orang lain seperti sebuah kebanggan jika story WA-nya dilihat oleh banyak orang. Serasa seleb WA, barangkali. Tapi bagi saya, itu mengganggu. Apalagi kalau nomor saya disebarkan pada agen olshop atau cowok yang nggak saya kenal secara personal. UGH.
Orang yang tiba-tiba chat: P. Save, X.
Like, why should I save your number when I don’t even know you personally? Orang-orang yang begini sungguh bikin saya kesal. Dan biasanya, orang-orang ini mendapat nomor saya dari orang-orang menyebalkan pada nomor dua. Saya pikir, memberi salam dengan sopan, dan memperkenalkan diri dan memberi tahu maksud mengirim pesan dengan proper tuh udah seperti basic manner yang semua orang sudah tahu, tapi memang nyatanya orang tuh ada berbagai macam rupa. Termasuk yang sama sekali nggak ngerti basic manner.
Orang-orang seperti ini biasanya hanya saya abaikan, kalau mengganggu dengan spam dan vidcall, akan saya block. Saya menolak direpotkan oleh jenis orang-orang tidak penting semacam ini.
Typing jelek
Ini sudah 2022, daan masih banyak banget orang yang typing-nya tuh mengenaskan.
Saya tahu bahwa nggak semua orang memiliki kemewahan mengenyam pendidikan yang cukup untuk bisa mengetik pesan dengan baik dan benar, saya bisa ngerti kalau case-nya kaya gitu. Tapi, yang saya temui kadang tuh justru gen Z atau milenial yang jelas banget minimal lulusan SMP atau SMK, tapi typing-nya kayak zaman saya SD—awal SMP.
Orang yang sibuk main HP waktu ngumpul bareng
Please, this is completely rude. Kamu membuat orang yang kamu temui merasa diabaikan. Saya tahu sekarang HP tuh barang yang nggak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita, tapi lagi-lagi ini basic manner untuk menghargai orang yang meluangkan waktunya untuk bertemu. Saya, seperti kebanyakan Gen Z lainnya juga nggak bisa banget hidup tanpa HP, tapi saya sebisa mungkin mengabaikan HP saat bertemu dengan teman, atau sewaktu diajak bicara sama orang. Nggak peduli siapa pun itu. Karena, sekali lagi, itu basic manner! Duh.
So, those are my 5 pet peeves. Kelimanya pasti banyak yang bisa relate. Dan kalau saya boleh bikin harapan, tolong, semesta, kurang-kurangin, deh, lima jenis orang semacam itu.



0 komentar