Is It Not Okay To Be Single? [Day 8] 30 Days Blog Challenge
Desember 01, 2022Day 8: Your current relationship
I am 21 years old, I’ve been single my whole life, and … nothing’s wrong with that.
Berada di sebuah hubungan pada umur tertentu rasanya memang seperti sebuah keharusan yang natural. Kalau ada orang-orang yang tidak mengikuti arus itu, maka dia jadi orang “aneh”-nya. Kita sebut saja mereka The Outsider. Pada tahap yang masih mending, orang-orang hanya akan bertanya keheranan, “Loh kenapa? Serius lo belum pernah pacaran?” atau ekspresi terkejut seperti “Ah, bohong lo, pasti ada, kan?” seolah itu adalah hal yang sangat, sangat mengherankan.
Lalu kalau si Outsider tadi menjawab dengan muka datar, berkata bahwa ia tidak bercanda, orang-orang pun akan terus bertanya, “Tapi, minimal lo pernah dekat sama (cewek/cowok) kan?” Dan pada tahap yang bikin kita kepingin tepok jidat: “Tapi lo normal, kan?”
Respons-respons semacam itu sering saya dapati waktu orang-orang penasaran apa saya sudah punya pacar atau kok saya belum pernah kelihatan jalan sama cowok. Haha. Jujur, saya sih nggak pernah benar-benar terganggu dengan segala macam pertanyaan sejenis bentuk ke-kepo-an manusia yang satu itu. Karena jauh dalam hati, saya bahkan tidak pernah membayangkan masa depan di mana diri saya akan menikah apalagi punya anak. Bayangan itu terasa sangat jauh dan jauh. Saya selalu berpikir bahwa bagus kalau nantinya saya punya pasangan yang menerima saya, yang cocok dengan saya; tapi kalau tidak, ya sudah, saya bisa hidup dengan baik dan mandiri sebagaimana selama ini hanya dengan diri saya sendiri.
Saya rasa dunia terlalu meromantisasi kehidupan berpasangan, seolah hidup berdua (baik yang sudah menikah maupun tidak) layaknya film romansa yang isinya hanya soal mencintai dan saling bersikap manis. Saya tidak bisa mengadopsi ide bahwa kita harus selalu hidup berpasang-pasangan. Memang bagus jika kita bertemu pasangan yang tepat di dunia ini, tapi jika tidak, ya nggak masalah. Jangan membuat seolah dunia bakal hancur kalau kita tidak mengikuti arus: menemukan pasangan, menikah, kemudian memiliki anak.
Dan hei, ketemu orang yang sudah berusia dua puluh tahun lebih tapi belum pernah pacaran nggak selangka itu kok. Saya suka gentayangan baca-bacain jawaban di Quora, dan saya pernah ketemu dengan pertanyaan kayak gini:
Ada seratus lebih jawaban dengan berbagai alasannya. Tidak hanya usia dua puluhan awal, penjawab bahkan banyak yang berusia lebih matang, mulai dari menjelang usia tiga puluh, pertengahan tiga puluh pun ada lho yang belum pernah pacaran sama sekali. Jadi, ya memang si Outsider tuh nggak selangka yang orang-orang pikirkan. Di real life sekalipun, selain saya, saya tahu beberapa yang lain yang sama-sama masih jomblo sejak embrio. Bukan hanya cewek. Orang dekat saya, cowok, selama dua puluh tahun hidupnya pun belum pernah berpacaran, dan saya bisa mengonfirmasi kalau dia normal.
Mirisnya, saya tahu bahwa nggak semua orang bisa santai masalah pasangan dan jodoh kayak saya. Masyarakat membuat seolah belum pacaran di usia tertentu seperti sebuah masalah besar, dan beberapa orang (kebanyakan perempuan) benar-benar berpikir kalau itu adalah masalah besar. Tidak jarang mereka mendefinisikan self-worth mereka dari relasi romantis mereka. Mereka pikir mereka tidak cukup cantik, menarik, dan berharga karena itu sampai usia tertentu, mereka belum pernah merasakan manis gulali dan ke-uwu-an seperti orang-orang lain yang berpacaran. Mereka jadi insecure, dan tak jarang, berakhir di hubungan yang “ah, yang penting aku punya pacar” tanpa benar-benar tahu orang seperti apa yang mereka pacari.
Mau bukti? Saya nemu banyak sekali pertanyaan sejenis ini di Quora. Tidak hanya beberapa, tapi mungkin puluhan atau bahkan lebih dari itu.
Bukankah ironis? Saya sendiri sih nggak yakin apakah mereka benar-benar mau dan butuh pasangan atau mereka hanya ingin menjadi seperti mayoritas dan dengan itu merasa berharga.
Kalau ada kalimat yang boleh saya katakan kepada semua perempuan (ataupun laki-laki) yang sampai usia matang belum pernah berpacaran, saya hanya mau bilang: Kamu berharga, dengan atau tanpa adanya pasangan. Being single shouldn’t embarrass you. It’s perfectly okay. Baik kamu menginginkan seorang pasangan di hidupmu atau tidak, jika memang kamu belum ditakdirkan memiliki pasangan di sisimu, itu tidak apa-apa. It’s not a big deal and it shouldn’t define your worth.



0 komentar